Your Trusted Partner

5 Cara Mengatasi No Bootable Device pada Laptop/Komputer

Posted by : TOKO ZOOM / On : Kamis,15 April 2021 / Comments : 0 / Views : 228

Cara Mengatasi No Bootable Device Found Windows

No Bootable Device merupakan pesan kerusakan pada Windows ketika baru saja menghidupkan laptop sehingga menyebabkan laptop/komputer menjadi tidak bisa melakukan proses booting.

Proses booting dilakukan secara sistematis sesuai dengan prosedur. Setelah menekan tombol power, aliran listrik akan didistribusikan ke seluruh komponen laptop/komputer melalui power supply.

Kemudian, CPU akan menjalankan BIOS atau UEFI berfungsi untuk memastikan bahwa setiap hardware yang terpasang siap untuk digunakan. Jika tidak ada masalah, BIOS atau UEFI akan mencari bootloader di dalam Master Boot Record (MBR).

Bootloader mengalihkan tugas booting ke Windows OS Loader guna mengaktifkan kernel Windows hingga akhirnya jendela login Windows muncul pada monitor.

Berikut cara mengatasi No Bootable Device lengkap dengan cara pencegahannya di segala merk seperti Laptop HP, Acer, Toshiba, Lenovo maupun komputer.

Cara Mengatasi No Bootable Device Found Windows

Sebenarnya, permasalahan semacam ini sudah sangat familiar bagi para pengguna laptop. Oleh sebab itu, agar dapat menghindarinya, maka penting bagi kalian untuk mengetahui penyebabnya. Berikut ini penyebab laptop No Bootable Device Found beserta cara mengatasinya.

1. Storage (Harddisk / SSD) Tidak Terbaca

Penyebab munculnya No Bootable Device Found pada laptop adalah harddisk atau SSD tidak terbaca. Untuk mengecek harddisk terbaca atau tidaknya yaitu dengan masuk ke BIOS dimana setiap merk mempunyai shortcut berbeda-beda ketika masuk BIOS.

Setelah masuk ke Tab Boot, jika muncul HDD model name dan serial number harddisk maka harddisk masih terbaca. Apabila muncul tulisan “None”, artinya harddisk tidak terbaca. Nah, solusi untuk harddisk yang tidak terbaca antara lain:

Cabut dan pasang kabel kembali

Kabel harddisk yang longgar, bisa membuat harddisk jadi tidak terbaca sehingga menyebabkan muncul pesan No Bootable Device Found. Solusi untuk kondisi seperti ini sebagai berikut:

·         Contoh disini menggunakan laptop Acer, terdapat pesan “No Bootable Device – Insert boot disk and press any key”;

·         Bongkar casing laptop Acer terlebih dahulu;

·         Kemudian lepas harddisk dan pasang kembali;

·         Nyalakan laptop Acer lalu cek kembali harddisknya apakah sudah terbaca atau belum. Buat komputer lepas kabel harddisk dari konektor.

Ganti kabel

Menyambung ulang kabel tidak berhasil dan harddisk masih tidak terbaca. Solusi mudah lainnya bisa coba untuk mengganti kabel barangkali ada sambungannya yang putus.

Kabel Harddisk ini namanya Kabel SATA. Bisa dibeli di toko komputer, harganya sekitar 10 sampai dengan 15 ribuan. Untuk menyambung sama seperti sebelumnya, namun disarankan untuk mencoba port yang berbeda.

Tes harddisk di komputer/laptop lain

Solusi berikutnya untuk mengetahui kerusakan harddisk, bisa coba cara tes ke komputer lain. Disini nanti bisa diketahui apakah harddisk masih terbaca atau tidak.

Buat pengguna laptop juga sama, lepas harddisk dari laptop kemudian pasang ke laptop lainnya. Jika tidak terbaca, berarti harddisknya bermasalah.

Ganti harddisk

Solusi jika harddisk mengalami kerusakan dan benar-benar tidak terbaca, maka mau nggak mau harus diganti. Biasanya kerusakan harddisk disebabkan karena Bad Sector.

Harga Harddisk sendiri beberapa tahun belakangan sudah menjadi lebih murah. kalian bisa mendapatkan harddisk kapasitas 500GB dengan harga kisaran 400 ribuan.

2. Kesalahan pengaturan pada BIOS (Boot Priority)

BIOS sendiri ditulis dengan bahasa assembly merupakan suatu program sebagai basic input atau output sistem yang bertugas mengatur fungsi dari hardware atau perangkat keras di dalam laptop maupun komputer.

Boot Priority adalah pengaturan yang memerintahkan komputer atau laptop melakukan boot awal pada hardware secara berurutan. Salah satu kesalahan pengaturan Boot Priority pada BIOS dapat menyebabkan timbulnya No Bootable Device Found.

Selain itu juga dapat mengganggu berbagai sistem operasi serta aplikasi dalam perangkat keras atau hardware hingga terdapat pesan lain ‘Select Proper Boot Device’ (Pilih perangkat Boot yang benar).

Sedikit informasi cara kerja booting saat memuat harddisk berhasil memuat sistem ketika komputer nyala, kemudian memilih harddisk dan masuk ke proses loading secara normal.

Namun ketika komputer nyala, kemudian memilih harddisk, lalu sistem tidak ditemukan dan muncul pesan No Bootable Device Found.

Sebelum melangkah ke panduan pengaturan Boot Priority step by step supaya kalian tidak salah langkah, gambaran sederhana dalam pengaturan Boot Priority seperti ini:

·         Pada harddisk A, didalamnya tidak terisi sistem. Melainkan hanya data-data pribadi. harddisk B, berisi data dan juga terdapat sistem di dalamnya.

·         Jika Boot Priority disetting ke harddisk A yang hanya berisi data, maka komputer atau laptop tidak akan bisa boot. Efeknya bisa muncul pesan No Bootable Device.

·         Jika Boot Priority disetting ke harddisk B yang terdapat sistem didalamnya maka akan terdeteksi oleh komputer maupun laptop. Sehingga proses booting dapat berjalan dengan dengan normal.

So, kalian harus memastikan komputer agar pengaturan Boot Priority tersetting di harddisk berisi sistem di dalamnya.

Nah, ini yang ditunggu yaitu cara settingnya Boot Priority pada BIOS. Berikut contoh pengaturan Boot Priority pada BIOS di laptop Acer.

·         Tekan tombol Ctrl + Alt + Delete;

·         Lalu tekan tombol F2 untuk masuk ke tampilan BIOS;

·         Gunakan tombol arah kanan, kiri, atas, bawah dan Enter untuk mengatur menu BIOS;

·         Kemudian masuk ke menu Boot;

·         Pada Boot Mode, jika awalnya “UEFI” ganti dengan “Legacy”;

·         Lalu akan muncul notifikasi dan tekan Enter;

·         Tekan “Exit Saving Change untuk menyimpan pengaturan BIOS”, pilih “Yes” dan tekan Enter;

·         Secara otomatis laptop Acer akan memulai proses booting;

·         Finally, laptop Acer sudah berjalan normal dan siap dipergunakan kembali;

Berikut cara mengatasi laptop Lenovo yang muncul pesan “No Bootable Device – Insert boot disk and press any key” dengan mengatur Boot Priority pada BIOS.

·         Tekan tombol Ctrl + Alt + Delete (Restart);

·         Lalu tekan tombol Fn + F2 atau hanya F2 saja untuk masuk ke tampilan BIOS;

·         Gunakan tombol arah kanan, kiri, atas, bawah dan Enter untuk mengatur menu BIOS. Kemudian masuk ke menu “Configuration”, lalu tekan Enter pada pilihan menu “SATA Controller Mode” dan jika awalnya “Competible” ganti dengan “ACHI”

·         Tekan tombol Fn + F10 untuk menyimpan pengaturan BIOS;

·         Lalu akan muncul notifikasi dengan pilih “Yes” dan tekan Enter;

·         Secara otomatis laptop Lenovo akan memulai proses booting. Finally, Windows sudah berjalan normal dan siap dipergunakan kembali;

Setiap komputer atau laptop HP, Toshiba dan lainnya memiliki tampilan BIOS yang berbeda-beda, tapi secara garis besar pengaturan Boot Priority pada BIOS seperti ini:

·         Restart komputer atau laptop kalian

·         Pada saat muncul layar BIOS tekan tombol “F1, F12, DEL”

·         Kemudian cari dan masuk ke pengaturan Boot Priority

·         Setting pengaturan “Priority Harddisk” dengan sistem menjadi yang pertama.

3. Kerusakan Data (Corrupt) pada Sistem

Terjadinya kerusakan data pada sistem semacam ini atau lebih sering disebut corrupt file ditandai dengan file saat akan dibuka mengalami gangguan, laptop kalian tidak mau menjalankan proses booting sehingga munculnya notifikasi No Bootable Device Found.

Pada dasarnya, kerusakan data pada sistem ini juga disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti halnya kerusakan data secara fisik maupun kerusakan data secara digital atau virtual. Ada kemungkinan karena rusaknya boot information seperti BCD dan MBRnya.

Cara mengatasinya adalah memperbaiki file system corrupt dengan menggunakan setup OS yang sebelumnya kalian gunakan.

·         Load setup OS

·         Klik ‘Repair Computer’, di bagian bawah kiri

·         Lihat OS kalian. Buat Windows 10 klik “Troubleshoot” lalu “Command Prompt”. Sedangkan pengguna Windows 7 gunakan “System Recovery Options”, kemudian “Command Prompt”.

·         Ketik perintah “bootrec”.

·         “bootrec /fixmbr”.

·         “bootrec /fixboot”.

·         “bootrec /scanos”.

·         “bootrec /rebuildbcd”.

·         Finally, lakukan restart dan coba apakah masalahnya terselesaikan atau tidak.

4. Terdapat Virus di dalam Laptop

Penyebab munculnya No Bootable Device Found berikutnya adalah terdapat virus di dalam laptop tersebut. Tak bisa dipungkiri memang, adanya virus dalam jumlah yang banyak di dalam laptop kalian pastinya akan mengganggu berbagai sistem.

Seringkali virus menyebabkan berbagai komponen di dalam laptop tidak bekerja secara optimal, proses booting tidak berjalan. Selain itu, adanya virus dapat membuat performa laptop tidak bekerja seperti biasanya dan dapat mempengaruhi program-program lainnya.

Masuknya virus dalam laptop karena unsur ketidaksengajaan dan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Salah satu faktor pemicunya adalah melakukan transfer data yang kurang aman.

Oleh sebab itu, alangkah lebih baiknya sebagai bentuk antisipasi yang dapat dilakukan dengan menggunakan anti virus pada laptop kalian. Sehingga ketika virus masuk muncul notifikasi dan dapat dibersihkan dengan mudah dan cepat.

5. Re-install Windows

Cara mengatasi No Bootable Device terakhir yaitu reinstall Windows. Solusi ini cocok untuk mengatasi Windows rusak dikarenakan data yang corrupt maupun terkena virus.

Dengan cara reinstall, data lama akan terhapus diganti dengan yang baru. Sehingga kerusakan penyebab masalah No Bootable Device Found bisa dipastikan akan hilang.

Reinstall Windows adalah hal yang wajib dilakukan, dengan catatan setelah memastikan bahwa Harddisk masih terbaca dan masih normal, serta pengaturan Priority Bootnya sudah benar.

Cara Mencegah No Bootable Device

Ada sejumlah cara untuk mencegah No Bootable Device. Dimulai dari melepas hardware yang tidak atau jarang digunakan agar driver perangkat keras tersebut tidak di load setiap kali komputer melakukan booting.

Lalu pastikan juga bahwa sistem tidak terinfeksi oleh malware apa pun, dan jangan lupa untuk mengurangi waktu timeout ketika booting.

Kurangi jumlah software dan fitur otomatis berjalan pada saat booting. Salah satu fitur yang bisa kalian nonaktifkan adalah Windows Search. Sebagai gantinya, gunakan software Everything atau Listary. Keduanya gratis serta lebih cepat, lebih ringan, dan punya lebih banyak fitur.

Pada dasarnya No Bootable Device bukanlah kerusakan yang berat, asalkan tidak terjadi pada komponen hardwarenya. Masalah ini juga bisa terjadi di segala jenis merk seperti Laptop HP, Acer, Toshiba, Lenovo dan merk lainnya.

Cara mengatasi No Bootable Device diatas adalah cara yang biasanya dilakukan ketika menemui pesan error tersebut. Serta jangan lupa untuk mencegahnya dengan solusi diatas.

Terimakasih!

Sumber : https://thesourcedenver.com/no-bootable-device/


0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *