Pasar komponen komputer global tengah menghadapi perubahan besar, khususnya pada sektor Random Access Memory (RAM). Penghentian produksi RAM DDR4 oleh sejumlah produsen besar, disertai melonjaknya harga DDR5, membuat konsumen dan pelaku industri mulai melirik kembali RAM generasi lama, DDR3, sebagai solusi alternatif yang lebih terjangkau.
Pada beberapa bulan terakhir, produsen semikonduktor global mulai mengalihkan fokus produksi mereka ke teknologi memori terbaru seperti DDR5 dan HBM (High Bandwidth Memory) yang banyak digunakan untuk kebutuhan pusat data dan kecerdasan buatan (AI). Akibatnya, produksi DDR4 secara bertahap dikurangi bahkan dihentikan.
Pengurangan pasokan ini berdampak langsung pada pasar. Stok DDR4 semakin terbatas, sementara permintaan dari segmen pengguna PC dan laptop masih cukup tinggi. Kondisi tersebut mendorong harga DDR4 mengalami kenaikan signifikan, terutama pada kapasitas tertentu yang mulai sulit ditemukan di pasaran.
Di sisi lain, DDR5 yang diposisikan sebagai penerus DDR4 justru belum menjadi solusi ideal bagi sebagian besar konsumen. Meski menawarkan kecepatan dan efisiensi yang lebih tinggi, harga DDR5 saat ini tergolong mahal. Lonjakan harga tersebut dipicu oleh tingginya permintaan dari sektor industri, khususnya untuk kebutuhan server dan pengolahan data berbasis AI, sehingga pasokan untuk pasar ritel menjadi terbatas.
Situasi ini membuat sebagian pengguna, terutama dari kalangan perakit PC hemat dan usaha jasa komputer, mulai mempertimbangkan kembali penggunaan RAM DDR3. Meskipun merupakan teknologi yang lebih lama, DDR3 dinilai masih cukup mumpuni untuk kebutuhan komputasi dasar seperti pekerjaan perkantoran, multimedia, hingga penggunaan kasual sehari-hari.
Selain harga yang relatif lebih stabil dan terjangkau, perangkat pendukung DDR3 seperti motherboard dan prosesor generasi lama juga masih banyak beredar di pasaran, baik dalam kondisi baru stok lama maupun rekondisi. Hal ini menjadikan DDR3 sebagai pilihan realistis di tengah ketidakpastian harga RAM generasi terbaru.
Namun demikian, para pengamat teknologi mengingatkan bahwa DDR3 memiliki keterbatasan dari sisi performa dan efisiensi daya dibandingkan DDR4 dan DDR5. Oleh karena itu, pengguna disarankan menyesuaikan pilihan RAM dengan kebutuhan penggunaan dan kompatibilitas perangkat.
Ke depannya, pasar RAM diperkirakan masih akan mengalami fluktuasi seiring perubahan strategi produksi produsen global. Bagi konsumen, kondisi ini menuntut pertimbangan yang lebih matang dalam memilih perangkat, baik dari sisi performa maupun anggaran.
Toko Zoom menyediakan berbagai kebutuhan untuk perangkat teknologi, mulai hardware, software, hingga produk dari teknologi lainnya.
Toko Zoom | Solusi IT Terpercaya
Hotline : 0852-2700-1500
Gesind Digital Printing & Service
Service : 0853-3800-1500




Recent Comments